Sabtu, 05 Agustus 2017

Mata Uang Zaman Kapitalistik


              

    Pada zaman kapitalisme seperti sekarang uang sudah menjadi tujuan yang mungkin bagi kebanyakan posisinya sulit tergantikan dengan dengan benda apa pun dan  membuat orang sekarang sudah sibuk dengan proses pencarian uang yang kadang kebanyakan menerobos rambu-rambu moral yang ada bahkan saling menghancurkan dengan cara-cara yang tidak manusiawi dan beradab.


             Ketika kita kembali mempelajari sejarah awal mula digunakannya sistem mata uang pada zaman dahulu yaitu ketika di arab sudah ada peradaban yang tinggi dan sudah ada pusat perdagangan di seluruh dunia yang bahkan membuat sedikit orang sedikit iri dengan kemajuan tersebut dan disana sudah ada sistem dinar dan dirham yang mana sistem tersebut mengharuskan pecahan uang dinar dan dirham mempunyai nilai yang sama pada pecahan tersebut.
              Di Indonesia sendiri pada zaman dahulu sudah mengenal sistem uang yang biasa disebut dengan barter atau tukar menukar yang mana ketika kita akan mendapatkan sesuatu atau membeli sesuatu tetapi membayarnya tidak dengan uang riil melainkan dengan memberikan sesuatu yang kita punya dan menukarnya dengan sesuatu yang kita inginkan tetapi sebelumya harus melalui akad ( perjanjian ) antara pihak satu dengan pihak kedua.
               Dan sistem yang digunakan oleh hampir semua Negara adalah sistem yang mana nilai( essensi ) pada pecahan uangnya tidak sama dengan yang tertera pada pecahan uang tersebut. Jadi setiap bank sentral Negara-negara tersebut membuat dan mencetak uang yang akan diedarkan di negaranya dengan memperhatikan ekonomi pasar global yang ada atau perusahaan tersebut biasa disebut juga perusahaan percetakan uang.
              Adapun yang memegang peranan penting adalah bank sentral amerika atau biasa disebut dengan The Fed dari Amerika Serikat yang juga menjadi faktor pertimbangan utama dari seluruh mata uang dunia. dan pastinya pada sistem seperti ini mempunyai banyak sekali kekurangannya.


edukasii Web Developer

Mari kita sentuh hal terkecil bahkan yang tidak terlihat untuk mengetahui seberapa luas kehidupan ini dan seberpa agung ciptannya - Salam dari Anak Desa ( Sidoarjo )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar